Dua Mahasiswa FSM Ciptakan Popok dari Kulit Singkong

6b2e0adba44e357a2369c66f9cfc58a5.jpg

Siapa yang tidak tahu tumbuhan ketela pohon atau singkong? Tumbuhan yang mudah di temukan di pasar tradisional maupun modern ternyata memiliki banyak manfaat. Jika selama ini mungkin singkong hanya dimanfaatkan dagingnya saja, tidak berbeda dengan Yoga Edi Saputra dan I Gede Kesha Aditya mahasiswa program studi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) ini.

Berbekal hasil inovasi dari kulit singkong, keduanya meraih peringkat ke empat dalam ajang Kino Youth Innovator Award yang diselenggarakan oleh PT. Kino Indonesia Tbk, belum lama ini.

Kino Youth Innovator Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada generasi muda atas ide inovasi yang diciptakan. Generasi muda, diajak untuk berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Keduanya memanfaatkan kulit singkong sebagai lapisan penyerap pada popok bayi yang ramah lingkungan dan sehat. “Popok bayi yang kami buat akan lebih mudah terdegradasi dibandingkan popok bayi sekali pakai yang banyak beredar dipasaran karena menggunakan bahan alami. Sedangkan popok sekali pakai terbuat dari bahan sintetis yang membutuhkan waktu sampai lima ratus tahun untuk terdegradasi setiap popoknya,” terang Kesha saat ditemui.

Limbah yang bermanfaat

Kulit singkong dipilih karena sebelumnya hanya menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara khusus. Yoga menyebutkan bahwa popok dari bahan dasar kulit singkong ini tidak menyebabkan iritasi ketika dipakai seperti popok sekali pakai pada umumnya.

Mahasiswa angkatan 2016 ini menjelaskan proses pembuatan popok berbahan dasar kulit singkong tergolong mudah. Prosesnya dimulai dari menghilangkan kadar sianida yang terkandung didalamnya menggunakan garam, kemudian dibersihkan dan di berikan larutan basa NaOH. Setelah itu di panaskan untuk menghilangkan lemak pada kulitnya.

“Dalam kompetisi kemarin kami baru bisa memproduksi lapisan penyerap air saja. Kedepan kami akan coba membuat keseluruhan popok ini termasuk celananya,” imbuh Yoga.

Dua mahasiswa yang di dampingi oleh dosen Dr. Yohanes Martono, S.Si, M.Sc ini mengikuti serangkaian seleksi sejak bulan Juni hingga Agustus lalu. Dengan raihan prestasi ini keduanya berhak membawa pulang uang pembinaan, sertifikat, dan trophy.

(sumber : http://www.uksw.edu/id.php/info/detail/type/fokus/stamp/1538125098/title/dua-mahasiswa-fsm-ciptakan-popok-dari-kulit-singkong )