Awali Perkuliahan, Dr. Karlina Supelli Beri Kuliah Umum

085434fa87cd0da61c08fcf6bc2b005f.jpg

Mengawali tahun akademik 2019/2020, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengadakan Kuliah Umum mengangkat tema “Alam Semesta, Ilmu Pengetahuan dan Agama”, Senin (9/9) di Balairung Universitas. Hadir sebagai pemateri tunggal dalam kuliah umum ini adalah Dr. Karlina Supelli dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta.

Sebuah novel karya Antoine de Saint-Exupéry, Le Petit Prince mengawali paparan Karlina Supelli. Dengan gaya khasnya, paparan Karlina mengalir ringan meskipun materi yang disampaikannya mengupas cakupan sejarah pemikiran tentang kosmologi, tentang alam semesta, dari masa ke masa yang dibangun manusia.

Disampaikannya, alam semesta ini terus berproses. Ketika kita menganggap alam sedang tidak bersahabat, sebagian besar adalah bagian dari proses alam itu sendiri.

“Alam tidak pernah membangun rumah di kawasan yang rawan gempa. Tidak ada bencana alam, yang ada adalah bencana bagi manusia karena tidak memahami alam, manusia mengintervensi alam. Karena itu, kenali alam dan patuhi hukum-hukumnya,” kata Karina Supelli.

Salah satu filsuf perempuan di Indonesia ini juga menceritakan kisah masyarakat salah satu pulau di Nias yang selamat ketika terjadi tsunami. Dikatakannya masyarakat di pulau tersebut bisa  membaca gejala alam berupa burung-burung yang terbang menjauhi laut dan mereka tahu bahwa akan terjadi sesuatu, karena itulah mereka naik ke atas bukit dan itu menyelamatkannya.

“Banyak juga tradisi di daerah yang disebut dengan kebajikan lokal. Saya selalu menganggap sains dan teknologi, baik sains kealaman dan sains sosial humaniora adalah bahasa untuk mengerti dan menanggapi tanda-tanda alam dan tanda-tanda jaman, tanda-tanda budaya. Hal ini menjadi sarana kita dengan Allah kita untuk hidup dan memaknainya,” imbuhnya.

Terakhir, Karlina Supelli berpesan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah yang pendek ini dengan sebaik-baiknya. “Galilah pengetahuan sedalam-dalamnya dan rasakan apa yang menggerakan batin. Sains bisa menggerakkan batin ke arah yang baik, agama bisa menggerakan batin ke arah yang baik,” pungkasnya.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa hampir 63 tahun lalu rektor pertama UKSW Dr. Oeripan Notohamidjojo, S.H mengajak sivitas akademika untuk membangun sikap intelektual di atas kekaguman dan keseganan kepada Tuhan sebagai dasar berilmu pengetahuan.

“Kami ingin mengangkat dan mendiskusikan kembali pemikiran pak Noto di dalam upaya mencari nisbah iman dan ilmu pengetahuan. Sebagai rektor saya meyakini bahwa forum bersama Dr. Karlina  akan menjadi awal yang sangat baik untuk memosisikan kembali sikap intelektual UKSW sebagai sebuah komunitas intelektual yang perlu dan akan menekuni sains sampai titik-titik terdepannya sambil tetap menyegani Tuhan dan karenanya mengupayakan diri untuk menjadi agen damai sejahtera Tuhan di pentas kehidupan nyata di dunia ini,” ungkap Neil Rupidara.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh pimpinan universitas, fakultas dan sedikitnya 1500 mahasiswa UKSW dari berbagai fakultas. (upk/chis_bpha/foto:upk_bpha).